Skip to content

Cara Tidur yang Baik dan Benar agar Kesehatan Terjaga

March 20, 2011

Kualitas tidur yang baik akan memberikan semangat dalam menjalankan kehidupan. Hal ini berdampak pada kesehatan yang paripurna termasuk kesegaran dan ketenangan.Tidur dapat dianggap ibadat seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta – Allah SWT dengan cara mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Adab tidur, panduan tidur sebagaimana Rasulullah contohkan:

  • Persiapan akan tidur berwudhulah
  • Sholat (ada yang mengerjakan sholat taubat 2 rakaat ada yang melakukan sholat witir)
  • Membersihkan tempat tidur dengan mengangkat kain agar debu dapat disapukan (sebanyak 3 x)
  • Berbaring sambil kemudian membaca Tasbih Fatimah, (Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x)
  • Membaca surah-surah Al-Kafiruun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
  • Membaca Bismillahirrahmannirahim 21x
  • Berniat Tahajjud
  • Berbaring miringkan badan ke kanan dan tapak tangan di pipi

“Al-Barra’ bin Azib Radhiallahu ‘Anhu berkata: “Adalah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam jika akan tidur, miring ke sebelah kanan kemudian membaca:

 

Artinya:

” Ya Allah aku serahkan diriku kepadaMu dan menghadapkan mukaku kepadaMu dan menyerahkan semua urusanku kepadaMu, dan menyandarkan punggungku kepadaMu kerana mengharap dan takut kepadaMu, tiada perlindungan dan tiada tempat selamat daripada seksaMu kecuali kembali kepadaMu. Aku percaya kepada kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang telah Engkau utus”.

Atau:  membaca: Allahuma bismika amutu wa ahya

(Ya Allah, dengan nama Mu aku mati dan aku hidup)

  • Apabila bangun membaca: Alhamdulillahi llazi ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wailaihi nusyuru (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepadaNyalah tempat kembali).”

Cara Tidur Yang Benar Dalam Membina Roh

Sezun pernah memberitahu umur manusia banyak dihabiskan di tempat tidur. Bila sadhaka tidak waspada dan memperhatikan waktu yang sepertiga hari itu, maka latihannya akan menjadi sia sia. Mengapa? Karena pada waktu tidur, chi dari yin (elemen negatif) berkembang sehingga chi yang telah dilatih pada siang hari dapat dicuri semuanya pada malam hari. Bila hal demikian terjadi, sungguh amat disayangkan.

Sadhaka harus berusaha tidur dalam keadaan dan posisi Samadhi. Cara tidur ini sederhana namun bila dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat yang besar.

Cara tidur dalam keadaan dan posisi Samadhi adalah sebagai berikut:

1. Posisi Tidur.

Posisi tidur yang benar dan sempurna adalah menghadap ke sebelah kanan sehingga jantung kita berada di bagian atas. Posisi ini baik untuk kesehatan jasmani. Posisi tidur kearah kanan ini gayanya seperti singa atau udang yang bertujuan untuk mencegah kebocoran “chi”. Boleh meletakkan tangan kanan di belakang kepala. Tangan kiri dijulurkan kebawah secara alamiah saja. Posisi tidur telentang tidak baik karena merupakan posisi mati. Sedangkan posisi tidur tengkurap adalah posisi tidur dalam bentuk “yin” sehingga mudah terkena penyakit.

2. Lama tidur.

Sadhaka hendaknya jangan suka tidur. Waktu tidur jangan melebihi 8 jam. Sewaktu tidur dalam keadaan dan posisi samadhi, harus selalu eling dan waspada. Jangan tidur terlalu lelap karena akan membuat anda lengah sehingga Mara dapat mencuri hasil latihan anda. Jangan juga tidur ayam (tidur dengan gelisah) seperti berpenyakit insomnia karena akan menumbuhkan sifat api didalam badan jasmani yang bisa merugikan mata dan otak. Latihan tidur dalam posisi samadhi harus sering dilakukan dan jangan hanya dilakukan sekali sekali saja. Latihan tidur dalam keadaan dan posisi Samadhi ini hendaknya berjalan secara alamiah saja. Ketahuilah bahwa setelah lewat jam 12 malam, semua udara “Yang” menjadi sirna dan “chi dari yin” berkembang dimana nafsu muncul sehingga lebih sukar untuk menjaga “chi” diri sendiri.

3. Teknik.

Ingatlah untuk melakukan puja bakti kepada para Budha dan Bodhisattva sebelum tidur. Setelah naik keatas ranjang, pejamkan mata. Lidah dinaikkan menyentuh langit langit mulut agar saluran chi tersambung. Didalam hati menyebut nama Amitabha Budha. Mulut jangan dibuka karena akan mengganggu saluran pernapasan sehingga “chi” menjadi bocor. Telan air liur. Rasakan diri berada didalam alam semesta yang kosong. Lakukan pernapasan dimana napas ditarik panjang tapi dikeluarkan pendek. Kepala agak sedikit melihat kebawah bagaikan bangau atau kura kura yang sedang istirahat.

4. Sila

Sadhaka harus mentaati Pancasila Budhis dan 10 Perbuatan Kebajikan. Singkirkan nafsu duniawi dan birahi. Relax sewaktu berjalan, diam, duduk, dan berbaring. Jangan mengejar kenikmatan duniawi. Hendaknya terus mengingatkan diri bahwa rupa adalah kosong. Setiap hari melatih diri sehingga memperoleh kejernihan. Menyebut nama Budha dengan sepenuh hati.

Bila hal hal diatas dilakukan dengan baik, maka pasti tidak akan bermimpi sewaktu tidur. Orang yang membina diri dengan benar tidak akan sering bermimpi karena mimpi merupakan refleksi dari keinginan hati kita. Bila mengalami banyak gangguan mimpi, hendaknya mengurangi keinginan di siang hari. Makan bervegetarian. Jangan rakus. Jangan tamak harta dan terikat nafsu birahi. Bila keserakahan disingkirkan, maka secara otomatis, tidak akan ada mimpi. Disiang hari pikiran orang umumnya sering mengembara tak henti-hentinya sehingga pada waktu tidur, ia harus menurunkan “air yg murni”, “menjaga chi yang sebenarnya”, dan berkonsentrasi menyebut nama Budha. Orang yang membina diri dengan benar, bila tidur dan kemudian sadar, akan merasa sepertinya tidak tidur tetapi semangatnya ternyata pulih seluruhnya. Sang Budha berkata, “Tidur merupakan santapan mata.” Kata kata ini sungguh benar.

5. Harus bisa menjaga “chi”. Yang dapat terus menjaga chi adalah Budha. Yang belum bisa terus menjaga chi adalah umat. Tidur didalam keadaan Samadhi adalah hal penting yang harus dilakukan oleh sadhaka. Bila hal yang sangat penting ini dilalaikan, bagaimana orang dapat mencapai keBudhaan?

Semua kitab Taois dan Budhisme mengajarkan orang agar tekun melatih diri. Tetapi umumnya orang tidak menyadari bahwa begitu malam tiba, “chi dari yin” berkembang. Bila tidak waspada, chi yang diperoleh pada siang hari akan berubah menjadi cairan pada malam hari sehingga latihan yang telah dilakukan menjadi sia sia belaka. Orang awam yang melatih tidur dalam keadaan dan posisi Samadhi akan mendapat umur panjang dan awet muda. Sedangkan, bagi orang yang rohnya telah terbangunkan, latihan ini akan mencegah kebocoran chi dan membuka pintu mistik bagi dirinya. Memboroskan sepertiga umur di tempat tidur dengan percuma adalah sangat disayangkan. Latihlah selama setengah jam setiap hari.

Bagi orang yang rohnya telah terbangunkan, dalam melatih tidur dalam keadaan dan posisi Samadhi, ia dapat menggunakan cara Ta Wen Yang. Sambil berbaring, menahan napas. Badan bisa membungkuk seperti busur. Caranya sama seperti diuraikan sebelumnya. Bila ia dapat memperoleh petunjuk roh suci dari langit, hasilnya akan lebih baik lagi.

Didalam sebuah sutra, ada sebuah cerita sebagai berikut: Seekor kura kura hidup di sebuah rawa yang kering dan tidak bisa mencari makanan ke tempat yang banyak makanan. Kebetulan datang seekor burung bangau. Maka, si kura kura meminta tolong agar si bangau membawa si kura kura terbang. Setelah sang bangau terbang beberapa lama dan melewati sebuah tempat, si kura kura bertanya, “Dimana kita berada? Mengapa tidak berhenti?” Sang bangau tidak sempat menjawab karena si kura kura sudah terjatuh ke tanah karena membuka mulutnya melepaskan cengkraman pada sang bangau.

Demikianlah kura kura itu melambangkan manusia bodoh yang tidak menjaga mulut dan lidahnya. Cerita tentang si kura kura ini saya kutip sebagai perumpamaan bagi mereka yang melatih diri. Pada waktu berdiam diri, jangan berbicara. Begitu membuka mulut, maka chi akan buyar. Karena itu, sewaktu tidur dalam keadaan dan posisi samadhi, mulut harus ditutup rapat. Nafas yang dikeluarkan pendek saja, sedangkan nafas yang ditarik dilakukan panjang. Mulut dan lidah harus dijaga baik baik dimana lidah diangkat menyentuh langit langit.

Bila roh ingin dibuat tenang, harus bisa terpusat. Bila ingin terpusat, harus menyatukan chi dan roh. Roh mengikuti chi, dan chi mengikuti roh. Akhirnya, chi akan menjadi shen (spirit). Shen (spirit) itulah yang menjadi Budha dan Bodhisattva. Intisari ilmu tentang pembinaan diri terletak disini.

Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, karena saling menekan dengan alas tidurnya.

Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini akan mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung.

Posisi tidur yang membuat bodoh adalah : terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.

Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 WIB – 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 – 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya…

Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 – 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.

Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.

conclusion, let’s pray before sleep, may god keep us

 


From → Kesehatan

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: